Berita Harian Nusantara, akarta – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta menggelar Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Angkatan 1 Tahun 2026 di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2026) pukul 08.30 WIB.
Kegiatan ini diikuti 100 mahasiswa dari lima perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Darma Persada, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan STIAMI Jakarta.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta, Abdul Khalit, hadir langsung dan memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Membuka sambutan, Abdul Khalit melantunkan pantun:_Pergi kuliah membawa buku,_
_Singgah sebentar membeli pena._
_Mahasiswa adalah generasi maju,_
_Bela negara tanggung jawab bersama._
Dalam sambutannya, Abdul Khalit menegaskan paradigma bela negara di era kekinian telah berubah. Bela negara bukan lagi sekadar perang fisik mengangkat senjata, melainkan kesadaran, sikap dan tindakan warga negara menjaga keberlangsungan bangsa.
“Ketika kita berbicara tentang bela negara, mungkin sebagian membayangkan perjuangan di medan perang. Namun dalam kehidupan berbangsa saat ini, makna bela negara jauh lebih luas. Bela negara adalah kesadaran, sikap, dan tindakan setiap warga negara untuk menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara,” ujarnya.
Khalit menyebut, bagi mahasiswa, belajar sungguh-sungguh, mengembangkan IPTEK, menjaga integritas, menghargai perbedaan, menolak kekerasan dan intoleransi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat adalah wujud nyata bela negara.
“Jadi, bela negara tidak selalu harus dilakukan dengan mengangkat senjata. Bela negara dapat dilakukan dengan mengangkat pena, ilmu pengetahuan, kreativitas, dan gagasan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tantangan bangsa di era digital seperti disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, polarisasi sosial dan provokasi di ruang digital. Mahasiswa sebagai generasi melek teknologi diminta menjadi pengguna yang cerdas.
“Sebelum membagikan informasi, periksa dulu kebenarannya. Sebelum berkomentar, pikirkan dampaknya. Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada pikiran kita. Satu unggahan yang salah bisa menyebar dan memecah belah masyarakat,” pesan Khalit.
Menurutnya, kampus bukan hanya tempat mencari gelar akademik, tetapi ruang membentuk karakter, berpikir kritis, berdialog dan menghargai perbedaan. Ia berharap mahasiswa Jakarta menjadi generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi menciptakan perubahan positif.
“Jangan hanya menjadi generasi yang kritis. Jadilah generasi yang kritis sekaligus memberikan solusi. Jangan hanya menuntut perubahan. Jadilah generasi yang berani menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” katanya.
Mengakhiri sambutan, Kaban kembali berpantun:_Jalan-jalan ke Yogyakarta,__Perginya naik Bus Tingkat,__Mahasiswa ikut Jaga Jakarta,__Pemuda kuat, bangsa pun hebat._
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Angkatan 1 Tahun 2026 resmi dibuka. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dirjen Pothan Kemenhan RI dan PPWK DKI Jakarta, dengan moderator Sigit Santosa dari Garda Bela Negara Nasional.
Nikita




















