BeritaHarianNusantara, Jakarta – Lebih dari 555 warga sipil Iran tewas, termasuk 200 anak-anak, dalam serangan udara AS-Israel. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengumumkan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).
“Dalam serangan ini, mereka menyerang masyarakat Iran yang tidak berdosa. Mereka menyerang sekolahan anak-anak yang masih duduk di bangku SD, menyebabkan anak SD dan masyarakat sipil mencapai tingkat kesyahidan,” kata Boroujerdi.
Boroujerdi menyatakan serangan terhadap Iran masih terus berlangsung dan tidak hanya menyasar instalasi militer. Rumah penduduk, fasilitas kesehatan, dan gedung sekolah menjadi target, membuat jumlah korban sipil melonjak tajam.
Iran menilai agresi AS-Israel melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional. Teheran berhak melakukan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan AS di negara-negara sekitar Iran.
“Kami mengutuk keras serangan ini dan menuntut pertanggungjawaban internasional,” tegas Boroujerdi. Situasi di Iran sangat memilukan, dengan fasilitas vital rusak parah. Dunia internasional diminta bertindak untuk meredakan ketegangan.
By Peter




















