Berita Harian Nusantara, Jakarta – Talkshow Kebangsaan menjadi sesi paling dinanti dalam rangkaian peringatan HUT ke-5 Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) dan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Utama Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Talkshow yang dipandu Moderator Ridho Iradata ini menghadirkan dua narasumber strategis, yakni Prof. Dr. Drs. Asep Kusnadi, yang membawakan materi resmi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta yang dipimpin Abdul Khalit, dan Dr. Rismon Pasaribu, pakar dari Forum Kepakaran Indonesia (FKI).
Pada sesi pertama, Prof. Asep membawakan materi berjudul “Peran Media dan Pemuda dalam Memperkuat Ketahanan Nasional di Era Digital”.
Dalam paparannya, ia mengidentifikasi tantangan utama ketahanan nasional saat ini, yakni maraknya hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi sosial, serta pengaruh konten digital terhadap opini publik, khususnya di Jakarta sebagai wilayah strategis dengan masyarakat yang beragam.
Menurut Prof. Asep, ketahanan ideologi harus diperkuat dengan mengaktualisasikan Pancasila dalam perilaku digital, bukan sekadar hafalan. Ia menekankan pentingnya menolak intoleransi dan provokasi.
Ia kemudian menjabarkan empat pilar peran media dalam menjaga ketahanan nasional, yaitu:
1. Memverifikasi informasi sebelum dipublikasikan;
2. Mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang akurat;
3. Menjadi ruang dialog yang sehat dan inklusif;
4. Mengangkat praktik baik toleransi dan persatuan.
Di akhir paparan, Prof. Asep menawarkan strategi penguatan wawasan kebangsaan melalui penguatan pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, peningkatan literasi digital, kampanye kolaboratif, serta kewaspadaan dini terhadap potensi konflik.
Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Rismon Pasaribu memberikan perspektif kepakaran dan solusi konkret.
“Ketahanan nasional di era digital tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi harus dengan ketahanan literasi. Media harus menjadi _early warning system_. Pemuda harus menjadi _influencer_ kebangsaan,” ujarnya.
Menurut Dr. Rismon, kolaborasi Pentahelix menjadi model ideal, di mana pemerintah sebagai regulator, media sebagai validator, pakar (FKI) sebagai pemberi analisis berbasis data, dan pemuda atau pelajar sebagai agen perubahan digital.
“Konsepnya adalah Jurnalisme Cinta Tanah Air. Melawan hoaks bukan dengan hoaks baru, tetapi dengan berita pembangunan yang solutif,” tegas Dr. Rismon.
Talkshow berlangsung hidup dan interaktif berkat kepiawaian Ridho Iradata sebagai moderator yang memancing diskusi tentang bahaya penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI), judi online, dan peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam memperkuat ketahanan sosial.
Acara Talkshow Kebangsaan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan Ormas dengan pemerintah melalui kampanye kolaboratif media, pemuda, dan Ormas.
Nikita.




















