Berita Harian Nusantara, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan studi tiru Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) dari Pemerintah Kota Tangerang di SMPN 4 Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta ini bertujuan untuk mempelajari implementasi SLP sebagai inovasi pendidikan karakter kebangsaan.
Rombongan Pemkot Tangerang terdiri dari 15 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dipimpin langsung Kepala Bakesbangpol Kota Tangerang, Wawan Fauzi.
Menurut Wawan, pihaknya ingin melihat secara langsung bagaimana konsep SLP di DKI Jakarta mampu mengedukasi nilai-nilai Pancasila secara konkret dan efektif mencegah degradasi moral di kalangan pelajar seperti bullying, intoleransi, kekerasan seksual, dan tawuran.
“Kami sangat kagum pada penerapan SLP di SMPN 4 Jakarta Pusat dan mendapat banyak insight untuk diterapkan di Kota Tangerang dengan menggandeng kementerian/lembaga, akademisi, dan lintas masyarakat,” ujar Wawan.
Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol DKI Jakarta, Herlina Suswita, menjelaskan bahwa SLP merupakan kolaborasi Pemprov DKI Jakarta bersama Yayasan Pendidikan Laboratorium Pancasila (YPLP) dan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan yang telah diuji coba sejak 2023 di sejumlah SD, SMP, SMA, dan SMK.
Inovasi ini kemudian resmi diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta melalui Asisten Kesra Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Bakesbangpol pada 28 Oktober 2025 di SMPN 28 Johar Baru, Jakarta Pusat.
Kepala Bakesbangpol DKI Jakarta, Drs. Abdul Khalit, M.Si., Ph.D., menegaskan tingginya komitmen Pemprov DKI dalam pendidikan karakter.
“Pemprov DKI Jakarta memiliki konsen yang sangat tinggi dalam menjalankan pendidikan karakter kebangsaan. SLP merupakan salah satu instrumen penting dalam pembentukan karakter kebangsaan di Jakarta,” kata Abdul Khalit.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 4 Jakarta Pusat, Drs. Tri Puji Hartono, M.Pd., menyebut implementasi SLP di sekolahnya terbagi dalam 16 spot permainan edukatif dan mendapat antusiasme tinggi dari guru dan murid.
“Alhamdulillah SLP sangat berdampak signifikan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik pada seluruh anak-anak kami,” ujarnya.
Sebelum sesi diskusi di aula, rombongan disuguhi praktik langsung para pelajar, mulai dari cara membuat omelet daun kelor, permainan tradisional egrang, demprak, gangsing dan bakiak, hingga pojok ular tangga, pojok kewirausahaan, serta pojok seni dan budaya.
Kabid SMP Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ernita, menambahkan bahwa tantangan degradasi moral di kota metropolitan seperti Jakarta sangat dinamis sehingga membutuhkan kolaborasi lintas stakeholder.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan implementasi SLP oleh guru SMPN 4, sesi tanya jawab, dan foto bersama. Turut hadir Kasuban Kesbangpol Jakarta Pusat, Ketua Subkelompok Bela Negara Bakesbangpol DKI, serta pelopor SLP, Hamry Gusman.
Dalam sesi saran, Hamry Gusman mendorong agar pada tahun depan Dinas Pendidikan dan Kesbangpol dapat berkolaborasi menangani lebih banyak sekolah dengan fokus pada kasus-kasus krusial seperti tawuran pelajar.
Menanggapi hal tersebut, Herlina Suswita menyatakan pihaknya akan mengoptimalkan regulasi agar pelaksanaan SLP lebih tepat sasaran dan seluruh SKPD dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mendukung program tersebut.
Nikita.




















